Tampilkan postingan dengan label Update. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Update. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Desember 2012

Banjir Di Kabupaten Barito Utara

Fortuner SUV Terbaik. Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Jumat, terus meluas akibat meluapnya Sungai Barito dalam dua hari terakhir. "Ketinggian air terus bertambah bahkan sejumlah jalan sudah tidak bisa dilewati kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat," kata seorang warga Muara Teweh, Endy.

Kawasan yang terendam banjir di Muara Teweh di antaranya Jalan Merak, Jalah Imam Bonjol, Jalan Dahlia, Jalan Sengaji, Jalan Pangeran Antasari, Jalan Perwira dan Jalan Panglima Batur. Ketinggian air di Jalan dan kawasan padat penduduk itu bervariasi hingga 1,5 meter.

"Kios kami juga sudah terendam dengan ketinggian air sepinggang orang desa," kata Eny warga Jalan Panglima Batur Muara Teweh ini. Sejumlah warga kini sebagian menggunakan. perahu kecil (jukung) untuk menjangkau tempat tinggalnya.

Selain Muara Teweh, kawasan yang terendam banjir musiman ini juga merendam sejumlah kawasan yang berada di pinggiran Sungai Barito diantaranya Kelurahan Jambu dan desa-desa yang berada di dataran rendah.

Naiknya air Sungai Barito sepanjang 900 kilometer yang kawasan hulunya berada di wilayah Kabupaten Murung Raya, Kalteng dan bermuara di laut Jawa, ini juga telah mengganggu transportasi sungai terutama angkutan kapal dan tongkang bertonase besar.

Selain wilayah Barito Utara, daerah di pedalaman Sungai Barito lainnya juga masih diterjang banjir yakni sejumlah desa di wilayah Kabupaten Murung Raya yang merupakan kabupaten paling utara di Kalteng atau di hulu Kabupaten Barito Utara.

Rabu, 29 Juni 2011

Kabupaten Lahat

Kabupaten Lahat masih kekurangan tenaga teknis. Hal ini disebabkan dua tahun Pemkab Lahat tidak membuka pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan hanya memprioritaskan tenaga honorer yang ada.

Namun, kurangnya kualitas yang dimiliki honorer yang akan diangkat menjadi CPNS membuat kurangnya perekrutan tenaga teknis. Sebab, umumnya mereka tidak memiliki skill untuk ditempatkan sebagai tenaga teknis. Lantaran honorer yang akan diangkat, kebanyakan berasal dari tenaga pendidik.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Lahat Bhakti Riansyah melalui Kabid Pengadaan dan Pemberhentian Sunardi mengatakan, pihaknya sudah mengajukan 385 formasi CPNS yang dibutuhkan di Kabupaten Lahat untuk penerimaan CPNS tahun 2011 ini ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) pada 9 Maret 2011.

Dengan rincian, tenaga guru 128 orang, kesehatan 111 orang, dan teknis 143 orang. Kendati demikian, keputusan penerimaan formasi yang telah diusulkan ke Kemenpan RB tersebut juga nantinya diusulkan ke bupati sebagai pengambil keputusan final. “Pemkab Lahat masih mengkaji ada atau tidaknya penerimaan CPNS tahun 2011,” urainya.

Sekarang ini tercatat ada sekitar 452 orang tenaga honor yang telah diusulkan dalam kategori satu,yaitu anggaran biayanya yang menggunakan dana APBN dan APBD. Selain itu, tercatat sekitar 961 orang yang telah diusulkan dan masuk ke dalam kategori dua yang dananya non-APBN.

Sementara, Bupati Lahat Saipudin Aswari mengaku belum tahu apakah Lahat akan menerima CPNS dari jalur umum untuk 2011. Menurutnya, dia masih melakukan evaluasidan meminta masukan dari semua pihak. Demikian catatan online blog Jasa Pengiriman Barang yang berjudul Kabupaten Lahat.

Jumat, 20 Mei 2011

Bendera Merah Putih berkibar

Bendera Merah Putih berkibar di ketinggian 3.500 meter di atas permukaan laut (DPL) di Gunung Dempo, Sumatera Selatan. Pengibaran tersebut disertai lagu kebangsaan Indonesia Raya, Jumat (20/5/2011).

Setelah melaksanakan upacara bendera untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), semua peserta lalu menuju puncak Gunung Api guna menyaksikan kawah yang warnanya berubah-ubah. Terkadang berwarna hijau dan putih pekat.

Lapok, (39), salah atu pencinta alam yang sudah 154 kali mendaki puncak gunung dempo mengatakan, mengatan sangat prihatin dengan kondisi kawasan hutan di Gunung Dempo saat ini, karena melihat kawasan Gunung Dempo yang selalu dipenuhi sampah dan coret-coretan yang terdapat di kawasan tersebut.

"Kami cukup mengapresiasi terkait dengan sumbangsih dari Tim Ekspedisi Bukit Barisan ini. Semoga dengan diadakannya kegiatan ini mampu membangkitkan kesadaran masyarakat terutama mereka yang mengaku pencinta alam, untuk tidak merusak daerah dengan membuang sampah apalagi hingga merusak populasi tumbuhan di sana terutama tumbuhan endemik (pohon panjang umur) yang sangat dilindungi,” ujarnya.

Untuk saat ini menurutnya peran pemerintah dalam menjaga kawasan hutan di Gunung Dempo memang sangat minim, bahkan tidak mampu untuk mengawasi dan menindak bagi pendaki yang mencemari kawasan itu dengan sampah serta melakukan pengerusakan terhadap tumbuhan hutan yang menyelimuti Gunung Dempo. Demikian catatan online mivelz yang berjudul Bendera Merah Putih berkibar.
 
 
Copyright © 2012 mivelz All rights reserved