Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juli 2011

Komputer generasi baru Ultrabook milik Intel

Komputer generasi baru Ultrabook milik Intel disinyalir bakal mendominasi pasar komputer, berkat segala kelebihannya dibandingkan tablet PC dan smartphone. Demikian pernyataan Senior Vice President Intel Corp. Tom Kilrov yang dikutip Telegraph, Jumat (22/7/2011). "Ultrabook adalah cara pemikiran baru tentang komputer. Artinya, komputer ini bisa melakukan apapun yang anda butuhkan, secara mobile, dan dalam kemasan yang kecil dan ringan. Selain itu komputer ini juga memiliki daya tahan baterai yang bagus," ungkap Kilrov.

Mei lalu, Intel mengumumkan proyek ultrabook Mei lalu, di mana komputer generasi terbaru ini menjanjikan kinerja terbaik di kelasnya serta peningkatan kemampuan reaksi dan keamanan dalam bentukan yang ramping dan elegan. Intel bahkan mengklaim ultrabook bakal dicari 40 persen konsumen laptop pada akhir tahun 2012.

Keyakinan itu kembali disampaikan oleh Kilrov, yang berkeras bahwa era laptop tidak akan berakhir dalam waktu dekat, meskipun popularitas tablet terus melesat. Kilrov mengklaim pihaknya bahkan sudah menerima banyak permintaan untuk ‘komputer super’ ini dari berbagai manufaktur di seluruh dunia.

"Kami mendapat banyak permintaan dari manufaktur di seluruh dunia karena, meskipun tablet dan ponsel merupakan perangkat hebat, keduanya tidak memiliki kemampuan sama seperti laptop," jelasnya.

"Kami yakin permintaan untuk komputer tradisional yang dilengkapi keyboard masih akan meningkat. Pengguna senang menciptakan sesuatu dan kebanyakan perangkat dengan layar sentuh kurang cocok untuk menulis dokumen atau presentasi yang panjang dan pekerjaan-pekerjaan lain yang serupa," tambah Kilrov.

Kilrov mengakui beberapa produk awal komputer 'super' ini akan dibanderol cukup mahal. Tapi dia berkeras harga itu akan turun setelah banyak manufaktur memproduksinya. Demikian catatan online mivelz yang berjudul Komputer generasi baru Ultrabook milik Intel.

Rabu, 29 Juni 2011

Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam

Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam kembali melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap aset daerah guna mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). “Masih banyaknya aset yang dimiliki pemerintah kota hingga saat ini belum jelas keberadaannya.

Padahal, semua itu merupakan kekayaan dan salah satu pendorong dalam meningkatkan pendapatan daerah (PAD) seperti kebun kopi, bangunan, dana pinjaman bergulir, perusahaan daerah, dan masih banyak yang lainnya,” kata Kepala Dinas Pendapatan Pengolahan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Pagaralam H Haryanto kemarin.

Menurut dia, ada beberapa aset daerah yang pengelolaannya tidak jelas, padahal sangat diharapkan akan menambah pendapatan, seperti lahan kebun kopi,bangunan dan unit usaha lainnya yang ada kerja sama dengan pemerintah. “Kalau kebun kopi jumlahnya mencapai ratusan hektare di lokasi perkantoran, daerah lokasi wisata dan masih cukup banyak daerah lainnya,” ujarnya.

Kemudian, kata dia, termasuk dana bergulir yang dipinjamkan kepada koperasi yang jumlahnya mencapai miliaran juga tidak tahu keberadaannya. Sebab pemberian dana bergulir dan bantuan bagi berbagai usaha masyarakat tersebut dilakukan sejak 2002.

Menurut dia, saat ini Pemkot Pagaralam,sudah membeli lahan kebun kopi sejak 2002 dengan luas lebih dari 100 hektare yang masih belum dijadikan sebagai lokasi pembangunan, jadi hilang saja aset pemerintah yang sudah ada sejak bertahun-tahun tersebut. “Sementara itu tidak satu pun hasilnya disetor ke kas daerah.

Demikian juga dana bergulir yang dipinjamkan kepada puluhan koperasi lebih dari Rp2 miliar tidak jelas pengelolaannya,” jelasnya. Lanjutnya,bukan hanya itu selama ini pemerintah baik daerah dan pusat sudah memberikan bantuan baik dalam bentuk barang dan dana bergulir kepada sekitar 40 lebih koperasi dengan total aset bisa mencapai di atas Rp10 miliar, tapi sekarang tidak tahu keberadaannya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Koperasi Firmanudin mengatakan, memang cukup banyak koperasi yang menerima bantuan dana subsidi BBM dan bantuan pemerintah mulai 2002 menunggak bantuan dana bergulir, seperti KUT Dempo Subur, KUD Sinar Surya,KUD Cempaka, KUD Perikanan, KUD Persatuan, KUD Gading Jaya. Demikian catatan online blog Jasa Pengiriman Barang yang berjudul Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam.

Jumat, 20 Mei 2011

Nyimas Yusreni

Nyimas Yusreni tak menghiraukan sakit yang dideritanya. Ia pun memenuhi lantas memenuhi panggilan Ditreskrimum Polda Jambi untuk mengkklarifikasi laporannya. Sebelumnya dia mengadukan istri Gubernur Jambi, Hj Yusniana. "Saya memang sakit perut. Karena saya di panggil maka saya pun memenuhi panggilan penyidik,” ungkap Nyimas Yusreni, Jumat (20/5).

Nyimas Yusreni datang memenuhi panggilan bersama pengacara yang mendampinginya. "Saya diperiksa lebih kurang enam jam. Dari jam 9 sampai jam 2 siang. Alhamdulilah saya masih kuat menghadap kepada penyidik,” ungkapnya. Nyimas mengaku dirinya mampu menyelesaikan 12 pertanyaan dari penyidik yang bersifat minta penegasan, terutama terkait ancaman langsung yang diberikan Hj Yusniana terhadap dirinya.

Tidak hanya itu, Nyimas juga saat dalam pemeriksaan tersebut diminta penyidik untuk menyerahkan barang bukti rekaman, namun ditolaknya. "Saya baru akan memberikan bukti itu setelah waktu yang tepat. Barang bukti itu pasti saya berikan kepada penyidik,” ujarnya.

Sementara itu, pengacara Nyimas Yusreni, Sri Hayani SH, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa kliennya dalam kondisi tidak sehat. Akan tetapi dirinya menegaskan bahwa saat itu, Nyimas tetap bersedia memberikan keterangan dihadapan penyidik. Hanya saja, kapasitas pemanggilan Nyimas Yusreni tersebut bukanlah untuk dimintai keterangan sebagai saksi pelapor.

Sri Hayani SH menjelaskan, Nyimas lebih banyak menceritakan kronologis perkara. Bahkan saat itu, penyidik juga sempat mengungkit tentang proses perdamaian yang dilakukan oleh Nyimas dengan terlapor. Namun, dirinya membantah jika proses damai tersebut diminta oleh kliennya. Melainkan akibat dari proses bujuk rayu dari pihak terlapor dan orang suruhannya.

"Bahkan penandatanganan surat pernyataan di Polda tersebut juga bukan atas inisiatif Nyimas, melainkan dipanggil pihak terlapor. Bahkan, surat pernyataan itu juga telah dipersiapkan pihak terlapor, bukan Nyimas Yusreni yang membuat,” ungkap Sri Hayani.

Dia percaya kasus ini dapat langsung ditingkatkan untuk proses yang lebih lanjut. Bila dibandingkan laporan pertama, laporan Nyimas Yusreni yang kedua ini masih terbilang lambat prosesnya. Bahkan keterlambatan penanganan itu juga dipertanyakan kepada penyidik. Sri Hanyani mengungkapkan bahwa penyidik beralasan keterlambatan tersebut karena pergantian Direskrim Polda. Demikian catatan online mivelz yang berjudul Nyimas Yusreni.
 
 
Copyright © 2012 mivelz All rights reserved