Tampilkan postingan dengan label Blogging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogging. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juli 2011

Ruhut Sitompul

Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi DPP Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, menegaskan tidak akan ada Kongres Luar Biasa (KLB) di Partai Demokrat. Terlebih bila Rapat Koordinasi Nasional Demokrat yang akan diadakan beberapa waktu ke depan akan didorong menjadi arena KLB.

Siapa yang mendorong? Yang mendorong itu kan kalian (media),” tegas Ruhut Sitompul saat dihubungi media melalui sambungan telepon, Minggu 10 Juli 2011. Ruhut mengatakan sampai sekarang partainya tetaplah solid. Oleh karena itu, dia memastikan bahwa isu-isu negatif menyangkut suksesi melalui KLB seperti yang tersebar di media tidaklah benar.

“Partai kami diajari oleh Bapak SBY untuk siap menang dan siap kalah. Setelah kongres yang lalu yang ada hanyalah bekerja, bekerja dan koordinasi,” ujar Ruhut lagi. Partai Demokrat mengalami gonjang-ganjing paska tindakan M. Nazaruddin yang menuduh para petinggi Demokrat terkait dengan sejumlah kasus suap ataupun korupsi. Hal itu memicu perbedaan sikap para pengurus dan kader Demokrat.

Kondisi bertambah panas dengan munculnya sms dari Wakil Ketua Dewan Pembina PD Marzuki Alie kepada Ketua Dewan Pembina SBY. Dalam SMS tersebut, Marzuki meminta SBY melakukan tindakan tegas untuk menyelamatkan partai. Demikian catatan online mivelz yang berjudul Ruhut Sitompul.

Rabu, 29 Juni 2011

Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel tahun ini mengalokasikan dana sekitar Rp1 miliar untuk pelaksanaan pasar murah memasuki pekan pertama Ramadan di 15 kabupaten/kota di Sumsel. Pelaksanaan Pasar Murah ini dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu, khususnya dalam menghadapi puasa dan Lebaran mendatang. “Alhamdulillah tahun ini alokasi dana untuk pasar murah cukup besar,yakni Rp1 miliar, dibandingkan dengan tahun lalu hanya dialokasikan sekitar Rp236 juta. Bahkan, subsidi harga pun naik dari Rp2.000 per kg menjadi Rp4.000 per kg,” ujar Kepala Disperindag Sumsel Eppy Mirza kemarin.

Rencana pasar murah ini, kata dia, akan dilakukan dua putaran. Pada putaran pertama akan difasilitasi Disperindag dan putaran kedua akan diserahkan ke masing-masing kabupaten/kota di Sumsel, sesuai dengan kemampuan masing- masing daerah. Subsidi harga sembako ini, beber dia, hanya diperuntukkan bagi bahan pokok seperti minyak goreng, gula dan beras.

Dia mengilustrasikan, jika pada saat itu harga gula di pasaran dijual sebesar Rp10.000 per kg, maka masyarakat cukup membayar Rp6.000 per kg, karena telah disubsidi pemerintah sebesar Rp4.000 per kg. “Mekanisme pembagian dalam pasar murah ini nanti akan dikoordinasikan kembali dengan camat dan lurah setempat, siapa-siapa saja yang berhak untuk mendapatkannya.

Sistemnya seperti tahun lalu dengan menggunakan kupon,” terangnya. Khusus untuk persediaan atau stok beras menjelang Ramadan dan Lebaran tahun ini, lanjut dia, berdasarkan rapat koordinasi antara pemerintah dengan distributor beras dan Dinas Perhubungan (sebagai pengatur distribusi) menyimpulkan, bahwa stok beras di Sumsel aman untuk 4 bulan ke depan dari Juli, Agustus, September hingga Oktober.

Dia menuturkan, secara nasional standar konsumsi masyarakat sekitar 11 kg per bulan dengan jumlah penduduk Sumsel mencapai 7 juta jiwa. Dengan demikian stok beras hingga empat bulan ke depan masih ada sekitar 308.000 ton.

“Saat ini harga sembako relatif masih di bawah angka yang ditetapkan, sekitar 5%. Jika harga sembako menyentuh pada kenaikan sekitar 10%, barulah dilaksanakan pasar murah ini. Kami prediksikan, menjelang Ramadan kenaikan harga sembako masih berada di bawah 10%,” tuturnya.

Sementara itu, Deputi Pemimpin Bank Indonesia (BI) Cabang Palembang Bambang Wibisono mengemukakan, dengan dilaksanakannya pasar murah ini,terutama memasuki pekan pertama Ramadan, kecil kemungkinan akan mendongkrak everage inflasi saat ini. Namun, dengan pelaksanaan pasar murah ini setidaknya memberikan andil membantu masyarakat menjelang puasa dan Lebaran.

“Secara garis besar, biasanya inflasi akan dipengaruhi berbagai indikator. Bukan sekedar beberapa komoditas yang memengaruhinya. Kalau untuk pasar murah ini jelas, hanya beberapa komoditas saja yang akan berpengaruh ke inflasi,”katanya. Demikian catatan online blog Jasa Pengiriman Barang yang berjudul Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Rabu, 18 Mei 2011

Menyerang perumahan warga

Delapan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Makassar ditangkap Satreskrim Polsek Rappocini, Senin (16/5) malam. Mereka diringkus setelah menyerang perumahan warga di Jalan Hertasning Timur. Dari tangan mahasiswa, polisi menyita satu senjata api rakitan dan empat butir peluru senapan laras panjang, SS2. Polisi juga menyita beberapa busur dan anak panah. Penangkapan dilakukan setelah polisi mendapatkan laporan warga yang rumahnya menjadi sasaran amukan mahasiswa tersebut.

Kapolsek Rappocini AKP Herman mengatakan, delapan mahasiswa yang tinggal di salah satu rumah kos Jalan Tamalate VIII, diamankan karena merusak tiga rumah warga.“ Ketika dirazia, ternyata mereka menyimpan senjata rakitan beserta peluru yang digunakan menakut-nakuti warga,”ungkapnya kepada media, kemarin.

Delapan mahasiswa yang ditangkap tersebut, yakni Nurhamulla dan Nurhadi Rawan, mahasiswa UNM; Junaidi, mahasiswa STIMIK Dipanegara; Kasman,Rajab,dan Apriaman, mahasiswa Unismuh; serta Muhammad Nur dan Yamzir, mahasiswa Universitas Hasanuddin.

Dari penyelidikan polisi, motif penyerangan tersebut karena persoalan asmara. Salah seorang warga Jalan Hertasning Timur,Alli,memadu kasih dengan adik salah seorang mahasiswa, Nirwana. Saat putus, Alli menyebut Nirwana sebagai pelacur. “Selama ini,ketika saya dan dia (Alli) pacaran,dia memang sering memukuli saya.

Ketika mengetahui putus dan memaki saya begitu, adik saya (Nirham) memanggil temannya dan menyerang ke Jalan Hertasning Timur,” ungkap Nirwana,kemarin. Akibat penyerangan tersebut, selain merusak rumah, seorang mahasiswa, Apriaman, babak belur dihajar massa setelah kedapatan warga bersembunyi di atas plafon rumah.Dia menjadi bulan-bulanan warga yang tidak terima rumahnya menjadi sasaran perusakan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus penyerangan tersebut. Mereka, yaitu Kasman, Rajab, dan Apriaman. Kasman mengaku membuat senjata rakitannya sendiri untuk menakut-nakuti orang dan mendapatkan amunisi dari teman kampusnya di UNM. Dari pantauan media, mahasiswa yang ditangkap dibesuk puluhan rekannya, kemarin.

Tingkah laku mahasiswa yang terkesan seenaknya di kantor Polsek,mengundang ketidaksenangan di kalangan anggota polisi.”Kok mahasiswa begitu ya, masuk seenaknya tanpa ada rasa penghormatan,” ujar seorang anggota Polsek Rappocini yang enggan disebutkan namanya. Aksi kekerasan mahasiswa di Makassar dalam beberapa pekan terakhir kerap terjadi.

Di Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) misalnya,dalam dua pekan terakhir, mahasiswa Fakultas Teknik tawuran dengan mahasiswa yang tergabung dalam UKM Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala).Aksi saling serang dengan menggunakan senjata tajam dan rakitan, menjadi pemandangan sehari- hari. Tawuran ini akhirnya menimbulkan korban di kalangan Mapala UMI.

Seorang anggotanya, Muhammad Nuh,terpaksa harus menjalani perawatan medis setelah ditembak orang tidak dikenal di Jalan Abd Dg Sirua. Proyektil peluru masih bersarang di pundak korban setelah tim dokter memutuskan tidak melakukan operasi.
Polisi juga telah mengamankan tujuh mahasiswa beserta barang bukti berupa puluhan senjata tajam dan senjata api rakitan.

Tangkapan polisi ini diperoleh dari dua lokasi berbeda, yakni di Jalan Tamamuang, Sukaria,dan Tallo. Sementara itu, Pembantu Rektor 1 UNM Prof Sofyan Salam ketika dihubungi, mengaku akan memberikan sanksi tegas kepada mahasiswanya yang terjaring razia polisi.“Mereka akan diberi sanksi tegas dan akan menjalani sidang kode etik kemahasiswaan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,”tandasnya. Demikian catatan online mivelz yang berjudul Menyerang perumahan warga.
 
 
Copyright © 2012 mivelz All rights reserved